Membuka usaha peternakan bisa menjadi pilihan bisnis yang cocok untuk pensiunan, terutama bagi mereka yang tinggal di pedesaan. Usaha ini dapat memberikan keuntungan finansial dan membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.
Masa pensiun bisa jadi pilihan waktu yang tepat untuk mulai berbisnis ternak sendiri. Selain untuk passion, bisnis ternak juga bisa dijadikan sumber penghasilan setelah pensiun. Namun harus diingat untuk memulai bisnis ternak, dibutuhkan perhitungan yang matang.
Langkah-langkah Memulai Usaha Peternakan
Buat perencanaan matang untuk memulai bisnis peternakan di masa pensiun, dengan mengikuti langkah-langkah berikut ini:
1. Tentukan Jenis Ternak
Dalam menentukan jenis ternak kamu bisa memilih yang sesuai dengan minat, keahlian, dan kondisi lingkungan. Kamu harus memastikan jika jenis ternak yang dipilih bisa hidup dengan kondisi lingkungan sekitar, iklim, lahan dan berbagai faktor yang mempengaruhi lahan ternak. Selain itu pelajari juga jenis ternak yang sudah dipilih agar bisa dipelihara dengan baik.
2. Persiapkan Modal
Hitung kebutuhan modal yang dibutuhkan untuk memulai bisnis ternak. Buatlah rincian semua biaya yang dibutuhkan mulai dari menyiapkan lahan, pembelian bibit hingga biaya operasional dan pemeliharaan. Kamu bisa menggunakan dana pensiun, profit dari investasi deposito atau tabungan lainnya untuk modal.
3. Siapkan Lahan dan Kandang
Pastikan lahan yang kamu siapkan cukup untuk menampung jumlah dan jenis ternak yang kamu pilih. Kandang harus dibuat sesuai dengan standar kesehatan yang ditentukan oleh dinas peternakan. Jaga kebersihan kandang agar ternak sehat dan tidak mengganggu kebersihan lingkungan sekitar.
4. Belajar tentang Teknik Pemeliharaan Ternak
Jika belum ada pengalaman beternak, ada baiknya kamu mengikuti pelatihan-pelatihan atau kursus tentang teknik pemeliharaan pada hewan ternak yang benar. Jangan ragu untuk bertanya pada ahlinya, kamu bisa menghubungi dinas peternakan untuk konsultasi atau sekedar bertanya tentang kesehatan ternak. Panggil dokter hewan jika diperlukan.
5. Cari Pasar
Pasar adalah faktor yang sangat penting dalam sebuah bisnis, meskipun hasil ternak melimpah dan berkualitas, akan sia-sia jika tidak memiliki pasar yang menampungnya. Untuk itu jalin kerjasama dengan stakeholder untuk memasarkan hasil ternak kepada khalayak yang lebih luas.
6. Kelola Keuangan
Selanjutnya adalah proses mengelola keuangan. Kamu harus membuat catatan keuangan dengan teratur supaya kondisi keuangan bisa terpantau setiap saat. Lakukan pemisahan antara harta pribadi dengan harta perusahaan. Buatlah proyeksi keuangan perusahaan untuk beberapa tahun ke depan.
Jenis Ternak yang Bisa Dipilih

Ada beberapa jenis ternak yang cocok untuk dipilih sebagai hewan ternak yang sesuai dengan pengetahuan dan minat. Berikut ini daftar ternak yang bisa kamu jadikan pilihan:
1. Ayam Broiler
Daging ayam broiler masih menjadi salah satu sumber protein utama yang paling diminati oleh masyarakat Indonesia. Permintaan daging ayam broiler sangat tinggi untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga maupun industri makanan cepat saji. Jadi peluangnya cukup besar jika kamu memilih ayam broiler untuk diternak.
2. Bebek
Ada dua hal yang bisa diambil dari beternak bebek yaitu daging dan telur bebek. Keduanya sangat diminati untuk restoran dan pasar tradisional. Bebel juga relatif mudah dipelihara. Hanya saja membutuhkan lahan lebih luas karena bebek membutuhkan kandang dan kolam selama proses pemeliharaan.
3. Sapi
Sapi memiliki potensi pasar yang bagus, karena permintaan sapi selalu stabil. Kebutuhan sapi utama adalah untuk memenuhi industri makanan, restoran dan idul adha. Beternak sapi sangat menguntungkan karena harga jual sapi yang cukup tinggi sehingga keuntungan yang akan kamu dapat juga semakin tinggi.
4. Ikan Lele
Permintaan ikan lele di Indonesia memang cukup besar, biasanya untuk pemenuhan kebutuhan restoran dan rumah makan. Lele relatif lebih mudah dipelihara dan tidak membutuhkan lahan yang terlalu besar untuk beternak ikan lele. Kamu hanya membutuhkan drum-drum besar untuk memelihara ikan lele dengan teknik drum.
5. Kambing
Sama halnya dengan sapi, permintaan kambing akan tinggi pada event Idul adha. Namun permintaan daging kambing tetap stabil di sepanjang tahun untuk memenuhi berbagai kebutuhan seperti acara pernikahan ,aqiqah dan lain sebagainya. Harga jual kambing juga tinggi, namun pemeliharaannya lebih mudah dibandingkan sapi.
Merintis bisnis peternakan di masa pensiun bukan hanya tentang mencari penghasilan tambahan, tetapi juga tentang mengisi hari-hari dengan kegiatan yang bermanfaat dan menyenangkan. Dengan perencanaan yang matang dan semangat yang tinggi, kamu bisa menciptakan masa pensiun yang produktif dan membahagiakan.
Untuk mempersiapkan modal awal atau mengembangkan bisnis peternakan, pertimbangkan untuk mengembangkan uangmu melalui investasi deposito di Aplikasi digibank by DBS. Kamu bisa mulai berinvestasi dengan Rp1 juta dan tenor mulai 1,3,6,9 dan 12 bulan. Bunga deposito juga kompetitif s.d. 5% p.a. Aplikasi digibank by DBS dapat diakses 24/7 sehingga kamu bisa investasi kapanpun. Untuk keamanan tidak perlu khawatir karena simpanan dijamin LPS.
Jika kamu masih pemula, jangan takut untuk mulai investasi karena digibank menyediakan beberapa fitur seperti diskusi tren terkini untuk finansial, panduan finansial dari advisor, notifikasi serta kelas edukasi finansial. Tangkap momentum 24/7 dengan Aplikasi digibank by DBS untuk memaksimalkan profit deposito.
Temukan tim ahli proaktif dengan strategi terkurasi yang tajam yang akan membantumu menyusun portofolio investasi. Jadi jangan ragu lagi, segera mulai investasimu dengan Aplikasi digibank by DBS, dapatkan info detailnya di sini.
